Tampilkan postingan dengan label Info TQN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info TQN. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 14, 2020

Lancar Cuap-cuap di Muka Umum dalam Dua Hari


Pagi ini, Senin (14/12) di aula TQN Center Jakarta,  LDTQN Pontren Suryalaya Provinsi DKI Jakarta (baca: LDTQN Jakarta) menyelenggarakan kegiatan PUBLIC SPEAKING TRAINING untuk 20 orang kadernya. Kegiatan yang digelar selama dua hari ini, yakni 14-15 Desember 2020, memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi kader-kader TQN Jakarta, wabil khusus dalam skill kemampuan berbicara di depan publik (public speaking).

Tidak bisa dipungkiri, masih banyak kader-kader TQN Jakarta yang belum terbiasa ketika harus mendapatkan tugas sebagai pembicara atau narasumber. “Dalam hal berbicara di depan publik, perlu banyak dilatih. Para pelakunya harus mampu membiasakan diri. Bagaimana menumbuhkan percaya diri, melakukan eye contact dengan audiens, menguasai panggung, mengatur vokal dan masih banyak lagi teknik-teknik public speaking yang harus dipelajari,” ujar H. Handri Ramadian, SE., MM, selaku Ketua LDTQN Jakarta. “Dalam pelatihan dua hari ini, in sya Allah para peserta akan dilatih beragam teknik public speaking oleh praktisinya,” sambungnya.

 

Kegiatan pelatihan ini, sengaja digagas sebagai jawaban kebutuhan para kader TQN Jakarta yang rutin bertemu setiap senin malam pada HALAQAH KADER TQN JAKARTA di TQN Center, Masjid Al-Mubarak Rawamangun Jakarta Timur. Para praktisi beragam lintas kompetensi pun turut hadir dan memiliki tanggung jawab tinggi untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Tidak terkecuali Kang Odi, begitu beliau sering disapa. Nama lengkapnya adalah Rohdian Al-Ahad. Beliau adalah praktisi public speaking sejak 2014. Enam tahun pengalaman memberikan beragam pelatihan menjadikannya sosok yang tidak asing di kalangan praktisi public speaking terutama di bidang Hypnosis.

 

Kang Odi akan memberikan materi-materi Pengantar dan Pengenalan Public Speaking, Ice Breaking & Mindsetting, Modalitas & 3V (Visual, Vocal & Verbal), Praktek 3V, Strategi Penyusunan Materi & Praktek di hari pertama.

 

Kemudian di hari kedua akan disampaikan materi Pengenalan Hypnotic Communication, Teori & Praktek Public Speaking  for MC & Trainer, Teknik Merebut Perhatian, Spiderwebbing & Praktek, Menutup Presentasi dengan Mengesankan.

 

“Wah, ini pelatihan yang saya tunggu-tunggu. Saya ingin sekali lancar berbicara di depan publik, tanpa harus terbata-bata dan grogi. Semoga pelatihan dua hari ini, saya memiliki teknik-teknik yang bisa dikuasai untuk mengatasi berbagai hal dalam kelemahan-kelemahan berbicara di depan publik,” ujar Yusuf Yuliansyah, peserta asal Cengkareng Jakarta Barat.

 

“Setelah pelatihan dua hari ini, saya berharap semua peserta mampu menjadi pembicara yang handal di depan publik. Mereka akan kita berikan sarana dan prasarana berlatih. Berlatih langsung ini sangat penting, minimal mereka harus memiliki 10.000 ‘jam terbang’ sehingga mereka menjadi terbiasa,” ujar Handri, menutup bincang-bincangnya dengan redaksi.
(Han, 141220)

Senin, Juli 09, 2012

Kursus Tasawuf Angkatan ke-36

INFO YANG DITUNGGU

Anda ingin memahami landasan hukum dalam amaliah ber thariqah/bertasawuf?
Atau Ingin memantapkan keyakinan dalam berthariqah?

Rabu, April 04, 2012

H. Endang Ja'far Siddiq bin Syekh Ahmad Shahibul Wafa Tajul 'Arifiin qs Berpulang ke Rahmatullah


Inna lillahi wa inna ilayhi raaji'uun

Telah berpulang ke rahmatullah H. ENDANG JA'FAR SIDDIQ bin SYEKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN QS (Abah Anom) pada Hari ini Rabu, 4 April 2012, Pukul 02.15. WIB di PONPES SURYALAYA TASIKMALAYA JABAR.

Mohon do'a untuk ruh almarhum, tahlil dan sholat ghayb. Almarhum dimakamkan pagi ini di pemakaman keluarga pesantren, di Puncak Suryalaya. Posisinya tepat di sisi timur makam Pangersa Abah Anom.

Satu demi satu, semua orang dekat Pangersa Abah Anom (keluarga, wakil talqin/muballigh, murid) terus dipanggili ke rahmatullah...seiring wafatnya Abah...Semoga kita tetap dalam gerbong-gerbong ruhani yang beliau adalah lokomotifnya.

Rabu, Mei 11, 2011

Musyawarah Daerah (Musda) YSB PPS Korwil Sumbagsel

Kaderisasi dan peremajaan pengurus adalah sebuah keniscayaan dalam sebuah organisasi. Agar terjadi dinamika ke arah yang lebih baik bagi organisasi yang dikelola. Begitu juga dengan organisasi di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya tidak terlepas dari hal ini. Oleh karena itu Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya Korwil Sumbagsel, karena menginginkan terjadinya dinamika tersebut, lalu menyelenggarakan Musda YSB PPS Korwil Sumbagsel pada tanggal 23 – 24 April 2011.

Kamis, Februari 17, 2011

Grand Opening TQN Center

Oleh : Handri Ramadian

TQN Suryalaya di DKI Jakarta semakin pesat perkembangannya. Di banyak tempat majlis manaqiban dan majlis khataman selalu saja ada ikhwan baru bergabung. Tidak hanya yang diselenggarakan di rumah-rumah ikhwan, bahkan di masjid-masjid besar.


Berdasarkan buku Jadwal Manaqib 2010 terbitan Yayasan Serba Bakti (YSB) Pondok Pesantren Suryalaya Koordinator Wilayah (Korwil) DKI Jakarta,

Rabu, Februari 16, 2011

Safari Dakwah VII 20-25 Jan 2011

Erupsi Gunung Merapi di DI Yogyakarta secara fisik telah meluluhlantakkan infrastruktur dan pemukiman di lereng-lerengnya. Daerah terbesar yang mengalami kerusakan parah dan korban jiwa adalah di Kabupaten Sleman, Prov. DI Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Prov. Jawa Tengah. Ke daerah-daerah itulah tim Safari Dakwah Korwil Jakarta memusatkan misi dakwahnya.

Selasa, Februari 01, 2011

Shalat Sunnah Lidaf'il Bala Rabu Terakhir Bulan Shafar 1432 H

Shalat sunnah Lidaf’il Bala’ artinya adalah shalat sunnah untuk menolak atau mencegah dari berbagai bala yang akan menimpa kita. Oleh karena itu setiap hari kita dianjurkan untuk melakukannya pada waktu yang tidak ditentukan atau kapan saja selain pada waktu karahah (waktu yang dilarang untuk melakukan shalat sunnah).

Minggu, Januari 23, 2011

Menapaki Titian Transformasi

Si Bodoh yang menyadari kebodohannya, bijaklah ia…
Si Pandai yang tak bermanfaat kepandaiannya, bodohlah ia…
Bijaksana bukan karena wacana, tapi karena karya yang berguna…
(KH. Wahfiudin)


Rabu, Januari 12, 2011

Di Nganggring Cahaya Mursyd Memendar

Tim SD pendahulu beranggotakan Ust. Handri Ramadian dan Ust. Nugraha Romadhan (Idhan) tiba di Jogja Minggu malam 26 Desember 2010 pukul 20.00 WIB. Tim menginap di guest house keluarga Bapak DR. Negro, Ketua I YSB PP Suryalaya Korwil DI Yogyakarta (baca: Korwil Jogja).

Safari Dakwah VI Jogja-Magelang-Semarang-Tegal

Korwil DKI Jakarta untuk keenam kalinya sejak tahun 2009 membentuk tim Safari Dakwah (SD) ke wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Safari Dakwah terakhir pada 26 Desember 2010 – 6 Januari 2011 adalah menindaklanjuti program Safari Dakwah keempat dan kelima.

Rabu, Desember 08, 2010

KH. Aang Muhaiminul Aziz Wakil Talqin TQN PP Suryalaya Pupus

Satu lagi orang sholeh telah meninggalkan kita. Sahabat dekat dan orang yang sangat setia kepada Pangersa Abah Anom (Waly Mursyid TQN Suryalaya) pagi tadi, Rabu, 8 Desember 2010 / 2 Muharram 1432 H pada pukul 10.30 WIB telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 94 tahun (lahir 29 Februari 1916-wafat 8 Desember 2010).

Pangersa Aang (alm)--begitu beliau sering disapa-- adalah wakil talqin Abah Anom. Beliau juga Pengasuh dan sesepuh Pondok Pesantren Darul Falah Cianjur yang beralamat di Jl. Stekmal No. 7 Kp. Gelar Rt/Rw. 003/015 Kel. Pamuyanan Cianjur. Tlp. (0263) 264970.

Akhir-akhir ini beliau memang sering sakit-sakitan.
Meski demikian, beliau selalu menyempatkan hadir pada Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jaylani qs yang digelar oleh guru dan waly Mursyidnya Pangersa Abah Anom di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya.



Beliau banyak mencetak kader muballigh yang handal. Yang penulis tahu, dari sekian banyak kader yang dididik oleh Pangersa Aang (alm) ada tiga orang kader yang telah dipercaya mengemban amanah dan diangkat menjadi wakil talqin TQN Suryalaya oleh Pangersa Abah Anom. Ketiga orang itu adalah KH. Sirajudin Royani (Tangerang), KH. Aah Zaenal Arifin (Cianjur) dan KH. Asep Samsurizal Hudaya, S.Ag.,MSi (Cianjur). Dua yang terakhir adalah putra-putra beliau.

Semoga ruh beliau diterima Allah SWT, dan ditempatkan oleh Allah bersama orang-orang sholeh yang terdahulu. Amiin...

Jumat, November 12, 2010

Safari Dakwah Jateng - DI Yogyakarta

24-31 Oktober 2010

Usai memberikan Kursus Tasawuf yang diselenggarakan Ibu BELLA Perwakilan Jakarta Selatan, Ust. Wahfiudin segera meluncur ke Kantor Korwil DKI Jakarta di Jl. Balai Pustaka V No. 3 Rawamangun Jakarta Timur. Di Kantor telah bersiap Ust. Abdul Latif, Haji Agus Syarif, Mas Nugraha Romadhan, Mas Hendra Yudha dan Kang Bambang. Mereka tergabung dalam tim Safari Dakwah 24-31 Oktober 2010 yang dipimpin oleh Ust. Wahfiudin. Tujuan Safari Dakwah kali ini adalah Tegal, Brebes, Pekalongan, Semarang, DI Yogyakarta dan Purwodadi.


Sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Safari Dakwah bertolak dari Jakarta. Isuzu Elf berkapasitas maksimum duabelas orang masih setia menemani perjalanan dakwah tim. Tempat perhentian pertama adalah Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal. Ada ratusan ikhwan TQN Suryalaya di kawasan ini. Tim tiba di lokasi hampir tengah malam.

Di Guci, ada seorang tokoh masyarakat setempat yang memiliki pengalaman spiritual unik. Dulu, sebelum beliau mengamalkan dzikir TQN Suryalaya, sehari-hari hidupnya sangat akrab dengan minuman keras, perjudian, dan segudang perbuatan maksiat lainnya. Ia dikenal sebagai pemabuk dan penjudi, sebut saja namanya Kang Mas Jeneng (namanya sengaja disamarkan).

Suatu saat ada seorang kawannya yang mengajak Kang Mas Jeneng untuk mendatangi seorang ‘dukun’ yang bisa membuat ia ahli bermain judi, tidak cepat mabuk saat menenggak minuman keras, tahan lama bermain sex dan berbagai kemampuan lainnya. Kang Mas Jeneng menanggapi ajakan kawannya ini. Lalu pergilah ia dan kawan-kawannya ke ‘dukun’ dimaksud di wilayah Jawa Barat.

Setibanya di lokasi tempat tinggal ‘dukun’ tersebut , Kang Mas Jeneng terkaget-kaget karena ia dibawa oleh kawannya ke lokasi pesantren. Penuh curiga ia bertanya lagi kepada kawannya yang mengajak: “Kamu benar, akan bawa saya ke dukun sakti itu, kan? Koq kaya pesantren, sih?”
“Tenang saja!” sahut kawannya. “Saya akan pertemukan kamu dengan ‘dukun’ itu!”

Sejatinya, memang Kang Mas Jeneng tidak sedang diajak ke seorang dukun, tetapi ia dibawa ke Pondok Pesantren Suryalaya untuk diajak berjumpa dengan pimpinan pondok, KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin (Pangersa Abah Anom) dan bertobat kepada Allah SWT. Ia dan belasan kawan lainnya kemudian dikumpulkan di dalam masjid di lokasi Pondok Pesantren Suryalaya. Namun, meski di dalam lokasi pesantren, kebiasaannya bermaksiat tidak bisa ia tinggalkan. Ia masih sempat menenggak minuman keras sebelum berkumpul di dalam masjid.

“Pada waktu di Suryalaya itu, saya itu masih dalam keadaan mabuk berat. Saya tidak ikut sholat Shubuh karena masih minum alkohol dalam botol yang dibungkus daun nirom (biasanya untuk bungkus ikan asin). Sehabis Shalat Shubuh, semua teman - teman sudah ditalqin oleh Pangersa Abah , sementara saya masih ketakutan dan malas untuk ikut ditalqin. Selanjutnya saya diajak KH Nadhori , ‘Mas Jeneng! Kesini! Kita ketemu Abah!’.

Akhirnya saya masuk bersama KH Nazhori ke Madrasah, bertemu langsung dengan Pangersa Abah . Saat itu kepala saya dipegang dan ditundukkan oleh tangan Pangersa Abah hingga mata saya terpejam. Pangersa Abah dengan lemah lembut menasehati saya, sambil membimbing menyebutkan kalimat Laa Illaha Illallah . Seketika itu juga muncullah dalam pandangan saya, seolah sebuah adegan dalam televisi dan pemerannya adalah saya. Tergambar jelas dosa-dosa yang pernah saya lakukan, berjudi, berzina kesana kemari di masa lalu, mabuk-mabukkan, memakan makanan yang haram dan lain-lain. Semuanya begitu jelas. Serta merta saya menangis. Air mata tak terbendung lagi, meluncur deras dari kedua mata saya. Luar biasa, semuanya terungkap sebelum sempat saya utarakan kepada Pangersa Abah. Saya menjadi tak berdaya di hadapan beliau. Luluh lunglai. Saya merasa hina. Tidak ada sedikitpun kelakuan baik yang saya lakukan selama ini, semuanya bejat”, ujar Kang Mas Jeneng mengenang saat-saat awal berjumpa Pangersa Abah Anom.


Kendati telah ditalqin oleh Pangersa Abah Anom, Kang Mas Jeneng masih bertanya-tanya dalam sanubarinya, “Lho, katanya dukun. Biasanya kalo dukun pake kemenyan atau bunga-bungaan, tapi, ini kok, tidak?”

Sepulang dari Ponpes Suryalaya, Kang Mas Jeneng dan kawan-kawannya langsung mengamalkan apa yang didapat dari Pangersa Abah Anom. Yang tidak pernah sholat, menjadi mau sholat dan berdzikir, saking inginnya maksud terwujud. Bahkan mereka mengamalkan khataman tamm sebagaimana tertera pada Uqudul Jumaan dari bada Shalat Isya hingga menjelang Shalat Shubuh. Perilaku ini membuat bingung tokoh-tokoh masyarakat dan agama setempat. Ngelmu mabok dan judi, koq mendawamkan kalimat Laa ilaaha illallah?

Alhasil , sekembali Kang Mas Jeneng dan kawan-kawan dari Suryalaya semua maksiat langsung berhenti. Mereka meninggalkan semua maksiat itu perlahan-lahan, tergantikan oleh kalimat dzikir Laa ilaaha illallaah yang meluncur deras sepanjang bada shalat fardhu dan di tengah-tengah malam saat semua warga tertidur lelap.
Kang Mas Jeneng semakin rajin sholat dan berdzikir. Ia menjadi lebih relijius. Ia banyak bertobat kepada Allah SWT. Ia sedang merasakan manisnya iman.

Kebahagiaan yang sedang dinikmati Kang Mas Jeneng tidak ingin hanya untuk dirinya saja. Ia pun kemudian mengajak beberapa puluh orang ke Suryalaya setelah itu. Akhirnya ia menjadi pendakwah TQN Suryalaya. Mabuk, judi, main perempuan total ia tinggalkan. Terakhir kali datang ke Suryalaya, Ia membawa sekira 400 orang dari Guci dan kawasan sekitarnya.

Senin, 25 Oktober 2010, Tim Safari Dakwah berada di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Kawasan Lengkong, Tegal. Tidak jauh dari Guci. Tim bersilaturahmi dengan pimpinan pondok bapak KH. Nadhori, ulama karismatik dan penyebar dakwah TQN Suryalaya di Kabupaten Tegal sejak tahun tujuhpuluhan. Awal berdakwah TQN Suyalaya di lingkungan tempat tinggalnya tidak banyak orang yang mengikutinya. Dalam sepuluh tahun pertama, hanya delapan orang yang mau ikut beliau berdzikir TQN Suryalaya. Tapi kini, setelah 40 tahun sudah lebih dari 4000 orang ditalqin dan mengamalkan dzikir TQN Suryalaya.

Di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, ratusan ikhwan-akhwat TQN kabupaten Tegal tengah bersiap menerima Kursus Tasawuf singkat dari Tim Safari Dakwah. Meskipun rata-rata usia peserta sudah lanjut, namun tidak mengurangi semangat mereka untuk menerima paparan ilmu tashawuf yang disampaikan secara illmiah dan menggunakan perlengkapan multimedia dari Ust. Wahfiudin.

Tidak hanya itu, bahkan ada di antara peserta yang memiliki keterbatasan fisik. Mata tidak mampu melihat, tapi semangat belajar tidak mau kalah dengan yang sehat. Pak Tardjo, begitu beliau sering disapa, memaksakan dirinya hadir untuk menerima pancaran ruhaniah lewat Waly Mursyid melalui wakil talqinnya. Sungguh, fenomena unik para pengamal TQN Suryalaya di daerah-daerah yang tim kunjungi banyak memberikan inspirasi. (han/gusrif)

Bersambung…

Rabu, November 10, 2010

HIDANGAN RUHANI

DARI IBU BELLA JAKARTA SELATAN

Gebrakan baru dilakukan oleh pengurus Ibu BELLA (BEres Laku LAmpah) Perwakilan Jakarta Selatan. Minggu, 24 Oktober 2010, para pengurus mewujudkan impian mereka. Setelah berjibaku berkhidmah dalam sepuluh hari di dapur umum Pondok Pesantren Suryalaya saat perayaan HUT 105 yang lalu (1-10 Oktober 2010), kini mereka menyelenggarakan Kursus Tasawuf.

Kursus Tasawuf dikemas satu paket dalam acara Silaturrahmi Keluarga Besar TQN Dalam Rangka HUT 105 Pondok Pesantren Suryalaya. Ide kegiatan ini datang dari ibu Hj. Tasiah Sanusi Abas yang didukung penuh oleh seluruh pengurus ibu Bella Jakarta Selatan.

Kursus Tasawuf dilaksanakan di Masjid Nurul Muhajirin Komplek P&K Cireundeu, Jakarta Selatan. Peserta yang hadir terdiri dari jamaah Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani di sekitar Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Cireundeu, Cinere, Pondok Labu dan lain-lain. Hadir pula beberapa anak muda yang merupakan putra-putri ibu-ibu BELLA Jakarta Selatan yang disiapkan menjadi kader-kader TQN masa depan .

Bertindak sebagai narasumber adalah Ust. Wahfiudin dan Ust. Handri Ramadian. Keduanya merupakan pengurus harian Yayasan Serba Bakti (YSB) Koordinator Wilayah DKI Jakarta yang sudah sangat berpengalaman dalam memberikan Kursus Tasawuf di DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan yang lebih luas kepada jamaah kami mengenai tasawuf. Harapan kami, jamaah rutin Manaqib menjadi semakin bertambah pengetahuan keislamannya, serta tamu undangan yang lain menjadi semakin akrab dengan tasawuf dan Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Ponpes Suryalaya. Terlebih lagi di akhir kegiatan akan ada pembelajaran dzikir (talqin) TQN Ponpes Suryalaya untuk para peserta,” Ujar ibu Hj. Tasiah Sanusi Abas di sela-sela penyelenggaraan Kursus Tasawuf.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 08.00-12.00 Wib ini diawali dengan penyampaian materi Paradigma dalam Kehidupan, dilanjutkan dengan materi Dari Syariah Menuju Thariqah. Kedua materi itu disampaikan oleh Ust. Handri Ramadian. Sedangkan Ust. Wahfiudin mengakhiri Kursus dengan menyampaikan materi Metoda Berdzikir. Di sela-sela penyampaian meteri ini, Ust. Wahfiudin memberikan talqin dzikir.

Seratus lebih peserta yang hadir pada Kursus Tasawuf akhirnya mendapatkan mutiara itu. Mereka telah mendapatkan bibit dzikir yang harus dilaksanakan secara rutin setiap usai melaksanakan shalat fardhu. Semoga dengan keistiqomahan melaksanakan dzikir ala TQN Suryalaya ini mereka memperoleh keberkahan dalam hidup menuju kebahagiaan hakiki dalam bimbingan sang Murobbi Waly Mursyid pangersa Abah Anom. (han)

Grya Kosambi Asri, Cipondoh-Tangerang
9 November 2010

Senin, Agustus 02, 2010

Maklumat Abah Mengenai Tatacara Manaqib

MAKLUMAT
No : 50.PPS.III.1995

Bismillahirrohmanirrohim.

Seraya bersyukur kehadirat Allah SWT, kita berharap semoga Allah SWT melimpahkan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua.

Untuk kesekian kalinya, kami menghimbau kepada semua Ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah yang dikembangkan Pondok Pesantren Suryalaya, agar:
1. Melaksanakan amaliah dan dzikrullah secara tertib dan seragam.
2. Melaksanakan amaliah mingguan seperti khotaman dan bulanan seperti manaqiban, juga secara seragam. Dalam acara manaqiban :
2.1. Pembukaan
2.2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
(kemudian membaca sholawat nabi pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Rabiul Awwal dll)
2.3. Pembacaan Tanbih
Diawali dengan pembacaan Ummul Kitab/Al-Fatihah yang dikhususkan kepada (alm) Syekh H. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad, dan sesudah pembacaan tanbih dilanjutkan dengan pembacaan Untaian Mutiara dan disertai do’a bagi kesehatan dan keselamatan Pondok Pesantren Surayalaya.
2.4. Pembacaan Tawassul
2.5. Pembacaan manaqib Sulthon Awliya Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani berikut do’anya.
2.6. Ceramah Agama Islam
2.7. Pembacaan Sholawat Bani Hasyim tiga kali secara bersama-sama.
Catatan :
Apabila ada acara sisipan, berupa pengumuman, sambutan dan lain-lain dilaksanakan sebelum acara kedua (Pembacaan Al-Qur’an) atau sesudah acara kelima (pembacaan Manaqib)
3. Dalam setiap pertemuan hendaknya dijadikan majlis doa yang ditujukan :
3.1. Bagi para pemimpin negara, semoga Allah SWT melimpahkan taufiq dan hidayahNya, guna keselamatan agama dan negara.
3.2. Bagi kita semua, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkat dan petunjukNya, sehingga kita digolongkan orang-orang yang shaleh, serta segala amal ibadah kita mendapat ridho daripadaNya.
4. Agar tetap menghayati dan mengamalkan TANBIH. Dan barangsiapa yang tidak mengamalkan TANBIH, maka kami tidak bertanggungjawab atas penyimpangannya.

Demikian, semoga maklumat tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

11 Syawal 1415 H
Suryalaya, 13 Maret 1993

Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya

KH A. Shohibul Wafa Tajul 'Arifin

Kamis, Juli 29, 2010

Maklumat Abah Mengenai Kayfiah Dzikir Jahr

MAKLUMAT
No : 20.PPS.VI.1994

Bismillahirrohmanirrohim.

Dalam rangka meningkatkan ketertiban dalam melaksanakan pengamalan Thariqat Qadiriyah Naqsyabandiyah, maka dengan ini Abah mengharap:
1. Dzikir Jahr yang dilaksanakan secara berjamaah harus tertib, tartil/fasih seirama dan senada sehingga jelas terdengar hurufnya (LAA ILAAHA ILLALLAAH) : jangan ada yang cepat/kencang, ada yang lambat, tidak teratur, sehingga tidak bisa mencapai konsentrasi atau khusyu’.

2. Bila dzikir dilaksanakan sendirian, suaranya jangan keras-keras, terutama bila malam telah larut.
3. Dzikir karena terlalu khusyu’, sampai ingin menangis, hal itu dibolehkan, dengan catatan jangan sampai mengganggu orang lain, sehingga suasana menjadi goncang, hal tersebut harus dicegah.
4. Bilamana orang yang zikir dapat mengganggu orang lain, maka Imam harus bertindak untuk mencegah orang itu, yaitu dengan memperingati atau merendahkan temperatur suara dzikir secara bersama.
5. Berjamaah dzikir, baik di Mesjid maupun di rumah, hendaknya cukup mengikuti hitungan 165 kali, andaikata ingin lebih banyak, hal tersebut dapat dilaksanakan secara sendirian dengan suara yang tidak terlalu keras.
6. Bila ada yang kebetulan mendapatkan inkisyaful qolbi/terbuka hati, hal ini jangan diberitahukan kepada orang lain tapi cukup dirasakan sendiri sehingga makin mantap.
7. Senantiasa membaca, menghayati dan mengamalkan TANBIH.
8. Senantiasa meningkatkan peribadatan, dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Demikian harapan Abah, semoga para ikhwan dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Suryalaya, 25 Juni 1992

Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya

KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin

Jumat, Juli 23, 2010

Memperkuat Kompetensi Melalui Karya Tulis

KORWIL DKI JAKARTA terus mengasah kompetensi ikhwan-akhwat TQN di lingkungannya. Kali ini, pada Sabtu 26 Juni 2010, Korwil Jakarta mengirimkan duapuluhan ikhwan-akhwat untuk mengikuti Pelatihan Menulis Kreatif Non-Fiksi Islami yang diselenggarakan oleh Jakarta Islamic Center.

Pelatihan tersebut dinarasumberi oleh Asrori S. Karni (Wartawan Senior Majalah Gatra), H. Thobieb Al-Ashar, S.Ag, MSi (Tim Penyusun Pidato Menteri Agama RI dan penulis kreatif berbagai judul buku islami) dan Jaylani Ali Muhammad (Wartawan dan Editor Koran Seputar Indonesia).


Pegiriman ikhwan-akhwat TQN dalam pelatihan ini adalah wujud komitmen Korwil DKI Jakarta untuk menjadikan ikhwan-akhwat TQN Suryalaya yang Tangguh, Bermartabat dan Modern. Peningkatan kemampuan di bidang penulisan sangat penting, mengingat masih kurangnya informasi mengenai tasawuf dan TQN Suryalaya yang ditulis langsung oleh warga TQN Suryalaya.

Di zaman informasi dan teknologi sekarang ini keterampilan menulis sangat diperlukan. Masyarakat bisa dengan mudah digiring opininya pada sebuah persolan oleh hanya sekumpulan tulisan dalam artikel di media massa. Seringkali tulisan itu menjadi bahan diskusi oleh sebagian kuli warta di media elektronik. Tergantung seberapa unik judul dan konten tulisan. Begitu besarnya daya tarik sebuah karya tulis.

Sebuah laporan mengenai Piala Dunia yang baru berakhir beberapa hari yang lalu misalnya, tidak mungkin bisa dilaporkan tanpa kemampuan sang wartawan untuk menuliskan laporannya. Sementara itu, jika kita mencari informasi mengenai tasawuf di dunia maya, beragam informasi akan ditampilkan oleh internet. Dari yang mendukung hingga yang membenci bahkan mengharamkan.

Kiranya kemampuan menulis ini memang perlu diasah, meskipun rata-rata penduduk Indonesia yang sempat mengenyam pendidikan formal pernah melakukannya. Tetapi hampir dipastikan sedikit sekali yang memiliki keberanian untuk mempublikasikannya di media-media publik.

Para narasumber dalam pelatihan kali ini semuanya sepakat, untuk menumbuhkan kemampuan menulis, harus dilatih. Pak Thobieb bercerita, ia awali kegiatan menulisnya sejak duduk di bangku kuliah. Kala itu, Pak Thobieb yang berstatus mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jakarta (UIN Jakarta sekarang) mengawalinya dengan banyak menulis untuk majalah dinding di kampusnya. Kemudian ia memberanikan diri untuk mengirimkan artikel-artikelnya ke salah satu surat kabar harian nasional. Artikelnya tidak langsung dimuat oleh surat kabar tersebut, perlu puluhan kali pengiriman artikel yang berbeda hingga dimuat di kolom opini. Karena itu ia sering mendapat ‘surat cinta’ (begitu rekan-rekan mahasiswanya sering menyebut) dari redaksi surat kabar tersebut saking seringnya artikelnya ditolak dimuat.

Namun akhirnya, penolakan demi penolakan itu menumbuhkan semangatnya untuk menulis lebih kreatif lagi. Sampai pada masanya ia mampu menulis berbagai tulisan dan tulisan-tulisannya pun dibukukan. Dari jari-jarinya yang gemar menari di atas computer, ia mampu menulis berbagai judul buku, diantaranya : “Bahaya Makanan Haram” (Al-Mawardi, Jakarta, 2002), “Fikih Gaul” (Syamil, Bandung, 2004), “Sufi Funky” (GIP, Jakarta, 2002), “Menuju Era Wakaf Produktif” (Mumtaz Publishing, Depok, 2007), dan lain-lain.

Mas Jaylani Ali Muhammad, punya cerita lain. Wartawan yang bermahkotakan rambut ikal panjang mirip mas “JAY” yang koreografer terkenal itu, memiliki kemampuan berbahasa baku yang hebat. Karena itu mas Jay dipercaya bertugas di bagian editor di kantornya. Mas Jay mengajak peserta untuk menyikapi sebuah paragaraf dalam salah satu contoh tulisan. Dalam tulisan itu tersurat beberapa kalimat yang tidak sesuai logika, bertentangan dengan historis dan tidak faktual.

Menurut Mas Jay, kesesuaian sebuah tulisan dengan logika, historis dan fakta yang ada di masyarakat sangat penting, apalagi jika tulisan tersebut bersifat non-fiksi. Karena itu untuk bisa membuat sebuah tulisan non-fiksi yang sesuai dengan tiga hal diatas, perlu banyak gizi pendukung. Gizi pendukungnya adalah banyak membaca!

Pada sesi latihan menulis, Pak Thobieb, mengajak seluruh peserta untuk menulis sebuah karya non-fiksi yang temanya diambil dari dua buah gambar yang ditampilkan pada screen projector. Dalam waktu lima belas menit, para peserta sudah banyak yang mampu menulis sesuai tema yang ditugaskan dan beberapa diantara mereka mendapatkan reward dari Pak Thobieb karena judul dan konten tulisan mereka yang unik.

Di akhir pelatihan, Ust. Abdul Latif (Kabid Pengembangan SDM Korwil DKI Jakarta) mengumpulkan para peserta dari TQN Suryalaya. Beliau berterimakasih atas kesediaan para ikhwan yang mau menjadi peserta pelatihan ini. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dihimbau agar mengirimkan karya-karya tulisnya ke www.tqn-jakarta.org untuk dipublikasikan di dunia maya. Semoga melalui pelatihan ini, semakin banyak ikhwan-akhwat TQN Jakarta yang mampu menghasilkan tulisan-tulisan kreatif dan banyak bermanfaat untuk masyarakat. (han)

Meruya, 21 Juli 2010

Meraih Qurbah Ilallah dengan Khataman Tamm

Jum’at malam, 9 Juli 2010, Korwil DKI Jakarta menggelar riyadhoh Khataman Tamm. Waktu pelaksanaannya mengambil berkah peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah saw, yakni pada malam tanggal 27 Rajab. Bertempat di TQN Center Masjid Al-Mubarak, Rawamangun Jakarta Timur. Sebagian besar yang hadir adalah ikhwan-akhwat TQN Suryalaya se-DKI Jakarta di bawah usia 45 tahun.

Sebanyak 60 ikhwan dan 30 akhwat telah berkumpul di TQN Center sejak pukul 20.30 wib. Tidak ketinggalan para donatur yang telah menyiapkan beragam penganan untuk para jamaah yang melakukan riyadhoh.


Khataman Tamm, adalah dzikir khatam yang biasa dilafalkan oleh ikhwan TQN Suryalaya ba’da dzikir harian seusai sholat Maghrib dan seusai sholat sunnah Lidaf’il Bala (waktu ‘Isya), namun jumlahnya dibaca sesuai dengan yang tertera dalam kitab Uquudul Jumaan. Misal, Sholawat yang tertera dalam kitab tersebut harus dibaca 100 kali, ya dibaca 100 kali.

Riyadhoh atau latihan ini tidak lain untuk membiasakan ikhwan-akhwat TQN Suryalaya menjalani latihan fisik dan ruhani berdzikir semalam suntuk, meneladani para senior di dalam thariqah yang telah melakukannya terlebih dahulu. Sebagaimana Syekh Abdul Qadir al-Jaylani yang telah melakukan ibadah sholat dan dzikir sepanjang malam selama 40 tahun berturut-turut di masa-masa akhir kehidupannya. Mudah-mudahan pula waktu yang bertepatan dengan malam Isra Mi’raj turut membawa berkah dan meningkatkan spiritualitas para ikhwan-akhwat.

Bertindak selaku imam dalam dzikir Khataman Tamm, Ust. Handri Ramadian dan Ust. Andhika Darmawan. Keduanya bergantian mengimami dzikir, mengawal para ikhwan meleburkan diri dalam ikatan ruhaniah bersama Waly Mursyid, Pangersa Abah Anom.

Ritual Dzikir diawali dengan melakukan sholat sunnah muthlaq berjamaah. Lalu dzikir jahr dan khofiy. Dilanjutkan dengan dzikir khatam. Saat dzikir jahr saja, kesyahduan sudah mulai merasuk dalam tiap-tiap diri jamaah. Meskipun bukan sebuah ukuran kekhusyu’an berdzikir, sedu sedan dan isak tangis membahana dari lisan para perindu Rahmat Ilahi menambah suasana haru. Apalagi ketika Imam sudah mulai masuk pada rangkaian tawassul tujuh al-Fatihah. Dilanjutkan dengan pembacaan sholawat serta aurad-aurad lainnya.

Malam itu menjadi malam yang paling indah bagi para pedzikir yang hadir. Enerji dzikir semakin menarik qalbu para jamaah, menyatukan ruhani dalam robithoh. Mengharap bimbingan sang Waly Mursyid menuju padaNya.

Rangkaian dzikir khatam diakhiri pukul 02.30 wib. Sebagian jamaah beristirahat sejenak dengan penganan kecil yang sudah tersaji dari beberapa donatur. Beberapa menit kemudian Imam menginstruksikan untuk melakukan qiyamul layl, munfarid. Sebagian jamaah serta merta melakukan instruksi tersebut. Begitulah riyadhoh tersebut bergulir hingga terbit fajar.

Seusai sholat Shubuh dan dzikir harian, para Imam kemudian memberikan tausiyah. Dalam salah satu tausiyahnya para imam menekankan bahwa kegiatan ini bukan untuk pertama kali dan terakhir. Seyogyanya bisa dilakukan secara berkesinambungan. Paling tidak tiga bulan sekali. Jamaah pun menanggapi dengan antusias. Mereka siap untuk melakukannya kembali tiga bulan ke depan.

Di purna kegiatan, panitia menyiapkan sarapan nasi uduk. Hmm… nikmat luar biasa yang tak terkira. Ruhani terisi, jasmani terisi. Allah SWT benar-benar menjamin rejeki hamba-hambaNya yang berusaha mendekat kepadaNya. Mudah-mudahan kuallitas ruhani ikhwan-akhwat yang mengikuti kegiatan dzkir khataman tamm ini semakin meningkat, menuju qurbah ilalllah. Amiin. (han)

Meruya, 21 Juli 2010.

Senin, Juli 19, 2010

Tatacara Shalat Nisfu Sya'ban

Shalat Khoir ini dikerjakan pada malam ke lima belas bulan Sya’ban sebanyak 100 rakaat (2 rakaat-2 rakaat). Pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 16 Juli 2011. Shalat Nisfu Sya’ban boleh dimulai sejak ba’da Maghrib. Tiap-tiap satu rakaat membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas 10 kali. Setiap dua rakaat satu salam, maka total 50 kali salam dan total surat al-ikhlas yang dibaca dalam 100 rakaat adalah 1000 kali.

Ulama salaf mengerjakan shalat Syaban ini dan memberi nama sholat ini Shalatul Khoir. Sulthonul Awliya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani juga mengerjakan sholat Khoir ini.

Telah diriwayatkan dari Sayyidina Hasan Rohimahullah bahwasanya telah menceritakan tiga puluh sahabat Nabi kepadaku, “Barangsiapa yang melaksanakan sholat Nisfu Syaban pada malam ini Allah akan memandang padanya dengan 70 pandangan dan Allah emberikan padanya setiap pandangan 70 kebutuhan, yang paling dekat adalah maghrifoh Allah swt”.

Niat Shalat Nisfu Syaban / Shalat Khoir:
Ushalli sunnatan nishfu syaban rakataini lillahi taala Allahu Akbar
(atau) Ushalli sunnatal khoir rakataini lillahi ta'ala Allahu Akbar
(atau) Ushalli sunnatal muthlaqi rakataini lillahi ta'ala Allahu Akbar

Adapun shalat yang kewarid di dalam Nisfu Syaban banyaknya 100 rakaat, 1000 Qulhuwallahu ahad. Shalat ini diberi nama Shalatul Khair yakni shalat yang sebaik-baiknya.

Niat shalat nisfu Syaban pilih diantara 3 yang diatas. Kalau ragu haditsnya pilih saja niat yang ketiga (Sunnah Muthlaq), Karena sunnah muthlaq boleh dilakukan kapan saja, tanpa ada batasannya dan tidak terikat oleh waktu.

Bagi yang tidak mau mengerjakan sholat ini juga tidak apa apa. Asal jangan menyalahkan karena shalat ini dikerjakan juga oleh Sultonul Awliya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dan banyak para Wali dan para ahli thariqah mengerjakannya.

Dimana Anda Shalat Nisfu Sya'ban?

Berikut info tempat pelaksanaan Sholat Nisfu Sya'ban Senin 26 Juli 2010 ba'da sholat Maghrib sd selesai (diselingi dengan shalat Isya) di beberapa tempat di DKI Jakarta :

1. Jaktim, TQN Center Masjid Al Mubarok Jl. Balai Pustaka Baru (blkg RS Dharma Nugraha) Rawamangun.
2. Jaksel, Graha Wisma Lintang lt 3 Jl. Taman Kemang No 20 (depan KEMCHICK)
3. Jakbar, Masjid Nurul Huda Jl. KH Moh. Mansyur No. 97 Jembatan Lima
4. Jakut, Masjid Al Mu'tamar Jl. Kalibaru Timur III Gg Masjid RT007/03 Kalibaru Cilincing
5. Jakpus, Masjid Asy-Syura, Jl. Taruna Raya RT013/03 Serdang Kemayoran
6. Dan tempat-tempat lain di masjid atau rumah yang tidak semuanya bisa dicantumkan dalam artikel ini.

Selasa, Juni 22, 2010

Masjid Istiqlal Menyambut Para Pecinta Kesucian

Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani qs kembali digelar untuk ketigakalinya di Masjid Istiqlal. Sabtu pagi itu, 19 Juni 2010, jamaah ikhwan-akhwat TQN Suryalaya telah banyak berdatangan. Lantunan sholawat Bany Hasyim sudah terdengar dari kejauhan, seakan suasana khidmat di Pondok Pesantren Suryalaya beralih ke tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan kota metropolitan, Ibukota Indonesia. Kesyahduan menyeruak, membelah dinding-dinding tebal kekakuan nurani masyarakat hedonis metropolis.

Pukul 08.00 wib, dzikir khatam mulai berkumandang. Tampak di jajaran shaf terdepan, penggagas kegiatan manaqib, KH. Abdul Gaos Saefullah Al-Maslul khusyu. Dari kedua bibirnya terlihat gerakan-gerakan halus, tanda sedang melantunkan rangkaian dzikir khatam yang dipimpin Ust. Danial dari civitas academica Institut Agama Islam Lathifah Mubarakiyah (IAILM) Pondok Pesantren Suryalaya. Di sisi kirinya KH. Muhammad Soleh sama khusyu’nya. Kedua Wakil Talqin Pangersa Abah Anom ini hadir dan mengawal suksesnya kegiatan Manaqib di Masjid Istiqlal.

Di shaf-shaf berikutnya, duduk tafakur ribuan jamaah pria dan wanita. Bermakmum dzikir khatam. Tertunduk khusyu. Bibir bergetar melantunkan dzikir, kepala tertunduk menghadapkan wajah ke haribaan robbul izzati. Mengharap rahmat dan berkah dari Allah swt.

Satu jam berselang. Manaqib pun dimulai. Ust. Rosyidi penggerak dzikir di wilayah Jakarta Selatan memimpin acara. Silih berganti petugas-petugas manaqib lainnya maju ke mimbar kehormatan. Al-Qur’an dibacakan oleh KH. Abdul Aziz, yang pernah menjadi duta Indonesia dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Internasional. Tanbih Syekh Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad dibacakan oleh Ust. Danial. Tawassul dipimpin oleh KH. Muhammad Soleh dan Manqobah dibacakan oleh Ust. Drs. Sholeh Masqub.

Sambutan dari Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya Korwil Prov. DKI Jakarta diwakili oleh Wakil Sekretaris, Ust. Handri Ramadian. Ketua Korwil DKI Jakarta berhalangan hadir karena masih dalam tugas memberikan pelatihan di luar kota. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih atas uluran tangan semua pihak dalam menyukseskan kegiatan manaqib. Terutama kepada para donatur yang menjadi soko utama kegiatan ini. Juga para panitia teknis yang berjibaku melayani para jamaah, memandu serta memelihara ketertiban. Terlebih kepada Himpunan Pemuda Suryalaya (HUDAYA) DKI Jakarta yang mengerahkan anggotanya untuk mengumpulkan dana dari Jamaah guna mendukung kegiatan HUT ke 105 Pondok Pesantren Suryalaya.

Korwil DKI Jakarta kembali menegaskan mottonya menjadikan ikhwan-akhwat TQN Jakarta yang Tangguh, Bermartabat dan Modern. Implementasinya dengan terus meningkatkan kualitas intelektual para ikhwan. Guna mendukung tujuan tersebut, maka di-create program-program seperti Pelatihan Manajemen Organisasi, Pelatihan Muballigh, Pelatihan Tasawuf, Pelatihan Internet dan Lomba Dzikir Khatam. Mengingat betapa urgent-nya peningkatan intelektualitas ummat ini, pengurus Korwil mengharapkan dukungan penuh seluruh ikhwan.

Bedah kitab Miftahush Shudur disampaikan oleh Ust. Didin Sholahudin dari Ciamis. Ustadz muda yang masih tercatat sebagai mahasiswa fakultas dakwah IAILM ini, menegaskan kembali agar seluruh ikhwan memiliki kitab Miftahush Shudur sebagai pedoman mengamalkan ajaran-ajaran Waly Mursyid. Di dalam kitab tersebut, Pangersa Abah mengutip hadits Rasulullah SAW mengenai anjuran untuk memperbaharui iman. Iman harus terus menerus diperbaharui dengan memperbanyak kalimat dzikir LAA ILAAHA ILLALLAAH.

Kalimat ini ditalqinkan oleh Rasulullah Muhammad SAW ke dalam diri para sahabat untuk membersihkan jiwa, membeningkan hati dan mengantarkan para sahabat menuju keharibaan Allah SWT. Dan proses talqin itu bersambung terus menerus turun menurun berdasarkan silsilah mu’tabarah dari para sahabat hingga Waly Mursyid zaman sekarang, Pangersa Abah Anom.

Ajengan Gaos kemudian tampil ke mimbar, namun sebelumnya beliau memberikan kesempatan kepada KH. Furqon untuk berkenan memberikan tausiyah kepada para jamaah. KH. Furqon masih terhitung tuan rumah, karena beliau adalah muballigh yang sering mengisi kegiatan ceramah ba’da Shalat Zhuhur di Masjid Istiqlal.

Dalam tausiyahnya, KH. Furqon mengingatkan jamaah keutamaan bulan Rajab. Di dalam bulan Rajab ada perintah shalat lima waktu. Ibadah badan yang paling utama adalah shalat, sedangkan hakikat shalat adalah dzikir kepada Allah. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa hadir dalam majlis dzikir lebih utama daripada ibadah shalat sunnat sebanyak seribu rakaat, lebih utama daripada merawat seribu jenazah dan lebih utama daripada menjenguk seribu orang yang sakit.

Setelah tausiyah KH. Furqon, Ajengan Gaos tampil ke atas mimbar. Beliau terlebih dulu mengumandangkan doa ulang tahun untuk Pondok Pesantren Suryalaya dan menegaskan bahwa kegiatan Manaqib di Istiqlal ini adalah hadiah untuk HUT ke 105 Pondok Pesantren Suryalaya.

15 abad yang lalu ada seorang laki-laki ingin berjamaah shalat shubuh bersama Rasulullah saw dari jarak 900 km, dia adalah Zayd al-Khayl, Zayd si ahli penunggang kuda. Betapa tidak dari jarak 900 km ia mampu mengejar shalat shubuh bersama Rasulullah saw. Lalu Rasulullah bertanya, “Siapa namamu?” Orang itu menjawab, “Nama saya Zayd Al Khayl”, Sabda Rasululllah saw kemudian, “Mulai hari ini aku ganti namamu dengan Zayd al -Khayr. Karena kamu telah bersusah payah mengejar kebaikan.” Maka berbahagialah umat yang berasal dari jarak yang jauh berusaha hadir di Masjid Istiqlal untuk mengejar kebaikan sebagaimana Zayd al-Khayr.

Ajengan Gaos mengutip hadits Rasulullah SAW, “Barang siapa mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH pada akhir ucapannya (akhir hayatnya), (orang itu) telah masuk sorga”. Karena tekstualnya kata “dakhola” merupakan kata kerja lampau (fiil madhi). Dulu, sebelum ke Suryalaya, Ajengan Gaos mengartikan kata “dakhola” dengan “dijamin akan masuk sorga”. Beliau mengakui saat itu masuk kategori berbohong, karena jika mengingat proses wafatnya Rasulullah SAW, pada akhir hayatnya Rasulullah saw tidak mengucapkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH, melainkan “UMMATII, UMMATII, UMMATII…”

Perhatikan ajaran Waly Mursyd. Dalam setiap pengucapan satu kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH, dianjurkan hanya dalam satu kali tarikan nafas, dan nafas dibuang saat akhir ucapan. Waly Mursyid menganjurkannya untuk dibaca minimal 165 kali setiap bada shalat fardhu. Artinya Waly Mursyid mengajarkan kepada kita untuk membiasakan diri mengakhiri ucapan dengan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH. Inilah makna orang yang pasti masuk sorga.

Subhanallah, untaian kalimat-kalimat hikmah begitu deras keluar dari kedua bibir Ajengan Gaos. Betapa banyak mutiara-mutira terpendam yang jarang terungkap, kini tersibak. Bak sinar mentari yang pelan-pelan masuk ke dalam rumah saat pagi menjelang. Cahayanya perlahan menerangi seluruh ruangan, bahkan seluruh alam sekitar. Mudah-mudahan jamaah yang hadir beroleh berkah dan hidayah dari Allah SWT. (han)

Meruya, 21 Juni 2010.