Jumat, Juli 23, 2010

Meraih Qurbah Ilallah dengan Khataman Tamm

Jum’at malam, 9 Juli 2010, Korwil DKI Jakarta menggelar riyadhoh Khataman Tamm. Waktu pelaksanaannya mengambil berkah peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah saw, yakni pada malam tanggal 27 Rajab. Bertempat di TQN Center Masjid Al-Mubarak, Rawamangun Jakarta Timur. Sebagian besar yang hadir adalah ikhwan-akhwat TQN Suryalaya se-DKI Jakarta di bawah usia 45 tahun.

Sebanyak 60 ikhwan dan 30 akhwat telah berkumpul di TQN Center sejak pukul 20.30 wib. Tidak ketinggalan para donatur yang telah menyiapkan beragam penganan untuk para jamaah yang melakukan riyadhoh.


Khataman Tamm, adalah dzikir khatam yang biasa dilafalkan oleh ikhwan TQN Suryalaya ba’da dzikir harian seusai sholat Maghrib dan seusai sholat sunnah Lidaf’il Bala (waktu ‘Isya), namun jumlahnya dibaca sesuai dengan yang tertera dalam kitab Uquudul Jumaan. Misal, Sholawat yang tertera dalam kitab tersebut harus dibaca 100 kali, ya dibaca 100 kali.

Riyadhoh atau latihan ini tidak lain untuk membiasakan ikhwan-akhwat TQN Suryalaya menjalani latihan fisik dan ruhani berdzikir semalam suntuk, meneladani para senior di dalam thariqah yang telah melakukannya terlebih dahulu. Sebagaimana Syekh Abdul Qadir al-Jaylani yang telah melakukan ibadah sholat dan dzikir sepanjang malam selama 40 tahun berturut-turut di masa-masa akhir kehidupannya. Mudah-mudahan pula waktu yang bertepatan dengan malam Isra Mi’raj turut membawa berkah dan meningkatkan spiritualitas para ikhwan-akhwat.

Bertindak selaku imam dalam dzikir Khataman Tamm, Ust. Handri Ramadian dan Ust. Andhika Darmawan. Keduanya bergantian mengimami dzikir, mengawal para ikhwan meleburkan diri dalam ikatan ruhaniah bersama Waly Mursyid, Pangersa Abah Anom.

Ritual Dzikir diawali dengan melakukan sholat sunnah muthlaq berjamaah. Lalu dzikir jahr dan khofiy. Dilanjutkan dengan dzikir khatam. Saat dzikir jahr saja, kesyahduan sudah mulai merasuk dalam tiap-tiap diri jamaah. Meskipun bukan sebuah ukuran kekhusyu’an berdzikir, sedu sedan dan isak tangis membahana dari lisan para perindu Rahmat Ilahi menambah suasana haru. Apalagi ketika Imam sudah mulai masuk pada rangkaian tawassul tujuh al-Fatihah. Dilanjutkan dengan pembacaan sholawat serta aurad-aurad lainnya.

Malam itu menjadi malam yang paling indah bagi para pedzikir yang hadir. Enerji dzikir semakin menarik qalbu para jamaah, menyatukan ruhani dalam robithoh. Mengharap bimbingan sang Waly Mursyid menuju padaNya.

Rangkaian dzikir khatam diakhiri pukul 02.30 wib. Sebagian jamaah beristirahat sejenak dengan penganan kecil yang sudah tersaji dari beberapa donatur. Beberapa menit kemudian Imam menginstruksikan untuk melakukan qiyamul layl, munfarid. Sebagian jamaah serta merta melakukan instruksi tersebut. Begitulah riyadhoh tersebut bergulir hingga terbit fajar.

Seusai sholat Shubuh dan dzikir harian, para Imam kemudian memberikan tausiyah. Dalam salah satu tausiyahnya para imam menekankan bahwa kegiatan ini bukan untuk pertama kali dan terakhir. Seyogyanya bisa dilakukan secara berkesinambungan. Paling tidak tiga bulan sekali. Jamaah pun menanggapi dengan antusias. Mereka siap untuk melakukannya kembali tiga bulan ke depan.

Di purna kegiatan, panitia menyiapkan sarapan nasi uduk. Hmm… nikmat luar biasa yang tak terkira. Ruhani terisi, jasmani terisi. Allah SWT benar-benar menjamin rejeki hamba-hambaNya yang berusaha mendekat kepadaNya. Mudah-mudahan kuallitas ruhani ikhwan-akhwat yang mengikuti kegiatan dzkir khataman tamm ini semakin meningkat, menuju qurbah ilalllah. Amiin. (han)

Meruya, 21 Juli 2010.

2 komentar: