Rabu, Mei 11, 2011

Musyawarah Daerah (Musda) YSB PPS Korwil Sumbagsel

Kaderisasi dan peremajaan pengurus adalah sebuah keniscayaan dalam sebuah organisasi. Agar terjadi dinamika ke arah yang lebih baik bagi organisasi yang dikelola. Begitu juga dengan organisasi di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya tidak terlepas dari hal ini. Oleh karena itu Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya Korwil Sumbagsel, karena menginginkan terjadinya dinamika tersebut, lalu menyelenggarakan Musda YSB PPS Korwil Sumbagsel pada tanggal 23 – 24 April 2011.



Penyelenggaraan Musda semacam ini di lingkungan YSB PPS merupakan yang kedua kalinya. Korwil DKI Jakarta yang diprakarsai oleh Drs. KH Azhari Baedlawie, MM adalah penyelenggara pertama kegiatan semacam ini pada tahun 2009. Pada waktu itu istilah yang digunakan adalah Musyawarah Wilayah (Muswil), yang kemudian secara aklamasi telah menjadikan KH Wahfiudin, SE, MBA sebagai ketua terpilih Korwil DKI Jakarta untuk masa khidmat 2009 – 2014.

Penyelenggaraan Musda Korwil Sumbagsel bertempat di Asrama Haji Jl. Kol. H. Burlian, Palembang. Dihadiri oleh seluruh pengurus korwil, tiga orang utusan dari setiap perwakilan, dan juga para tokoh ikhwan TQN di Sumatera Selatan. Keunikan Korwil Sumbagsel ini, yang wilayah koordinasinya terdiri dari 11 perwakilan, adalah tidak hanya terdiri dari perwakilan kota atau kabupaten di wilayah Provinsi Sumatera Selatan saja, tapi termasuk juga dari YSB PPS Perwakilan Kota Jambi di Provinsi Jambi dan YSB PPS Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu menjadi jelaslah mengapa nama yang digunakan adalah YSB PPS Korwil Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), bukan mengikuti nama Provinsinya, yaitu Sumatera Selatan (Sumsel).

Pada saat upacara pembukaan dihadiri pula oleh beberapa pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera selatan. Diantaranya, Ir. M. Sapri HN yang mewakili Gubernur Sumsel, Drs. H. Jamaluddin yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, Ir. Fatoni Syarif yang mewakili Walikota Palembang, dan Drs. KH M. Shodiqun selaku ketua umum MUI wilayah Sumsel.

Rencananya, acara ini juga akan dihadiri oleh Ketua Umum YSB PPS Pusat, Marsekal Muda TNI (Purn) H. Mahpudin Taka, namun karena kondisi kesehatan beliau yang terganggu maka kehadiran beliau diwakili oleh Drs. KH Arief Ikhwani. Kemudian tidak kalah pentingnya yang telah turut serta berpartisipasi menyemarakkan Musda Korwil Sumbagsel ini adalah Ketua Korwil DKI Jakarta, KH Wahfiudin, SE, MBA.

Upacara Pembukaan Musda YSB Korwil Sumbagsel, yang bertema “Kita Tingkatkan Pengamalan TQN PP Suryalaya Dalam Kehidupan Sehari-Hari Serta Tolong-Menolong Dengan Sesama Dalam Melaksanakan Kebajikan Dan Ketaqwaan Terhadap Agama Maupun Negara”, dimulai pukul 10.00 wib. Susunan acaranya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan tanbih, dan tawassul. Setelah itu disampaikan laporan panitia pelaksana dan Ketua Korwil Sumbagsel, serta disampaikan pula beberapa sambutan. Dibacakan pula amanat Sesepuh Ponpes Suryalaya dalam sambutan Drs. KH Arief Ikhwani yang mewakili ketua umum YSB PPS pusat. Lalu secara resmi acara Musda YSB Korwil Sumbagsel dibuka oleh Ir. M. Sapri HN selaku pejabat yang mewakili Gubernur Sumsel. Upacara pembukaan berakhir menjelang waktu Shalat Zhuhur.

Setelah ishoma acara dilanjutkan kembali dengan pembekalan kepada para peserta Musda. Pembekalan pertama diberikan oleh tokoh YSB setempat, yakni Drs Qosim Hadery selaku Pembina YSB PPS Korwil Sumbagsel, dengan materi yang berjudul “Hambatan, Tantangan, Ancaman, Gangguan dalam usaha mencapai kualitas Ikhwan/Akhwat dan mutu organisasi Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Sumbagsel.”

Pembekalan kedua oleh Drs. KH Arief Ikhwani, yang menyampaikan makalah susunan Marsekal Muda TNI (Purn) H. Mahpudin Taka, dengan judul “Peningkatan aktifitas organisasi Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya Korwil Sumbagsel.”

Sekelumit materi Ketua umum YSB Pusat yang disampaikan adalah prinsip pelaksanaan aktitivitas yang bermuara pada tiga kesuksesan, yaitu :
1. Sukses RELIGIUS, yaitu sukses dalam aspek kesufian (Amaliyah Ibadah TQN Ponpes Suryalaya).
2. Sukses ORGANISATORIS, yaitu sukses dalam aspek Kelembagaan (Integritas Korwil ke Yayasan Serba Bakti dan Ponpes Suryalaya).
3. Sukses HUMANIS, yaitu sukses dalam aspek sosial dan kemanusiaan.

Dalam makalah tersebut dipaparkan juga tujuh strategi pencapaian, yakni :
1. Peningkatan sumberdaya (SDM) pengelola.
2. Disiplin berbakti dan mengabdi (mengkhadimkan diri).
3. Efektivitas kinerja pengurus.
4. Efisiensi anggaran.
5. Produktivitas hasil kerja (sesuai target dan mencapai tujuan).
6. Evaluasi hasil kerja.
7. Tindak lanjut (follow up).

Setelah shalat Ashar sampai menjelang Maghrib disampaikan pembekalan ketiga oleh KH Wahfiudin, SE, MBA dengan materi yang berjudul ”Manajemen Pengelolaan Organisasi yang Efektif.” Dalam materi ini dipaparkan mengenai bentuk dasar organisasi yang secara garis besar terbagi menjadi dua model. Ada organisasi yang berdasarkan Asset based (berdasarkan kekayaan), ada juga yang berdasarkan People based (berdasarkan orang).

Yayasan adalah termasuk organisasi yang berdasarkan kekayaan, oleh karena itu penunjukan pengurusnya adalah hak prerogatif pendirinya atau pemiliknya. Artinya penunjukan pengurusnya adalah dari atas (Top down). Berbeda dengan organisasi yang berdasarkan orang (People based) seperti perhimpunan atau ormas, yang dapat menerapkan prinsip demokrasi dalam pemilihan pengurusnya. Artinya pemilihan pengurusnya adalah dari bawah (Bottom up). Uniknya YSB PPS adalah organisasi yang berbentuk yayasan tapi yang menjadi aset utamanya adalah orang, yaitu para pengamal TQN Suryalaya.

Ketika memasuki waktu Maghrib kegiatan Musda diskor sementara. Kesempatan dipergunakan oleh para peserta untuk istirahat, mandi, shalat, dan makan malam. Beberapa ikhwan muda TQN Sumbagsel ada juga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi ke kamar KH Wahfiudin Sehingga mereka banyak mendapatkan pencerahan mengenai keorganisasian dan strategi dakwah.

Pada pukul 20.30 wib acara dilanjutkan kembali dengan rapat pleno pengesahan tata tertib musyawarah pemilihan ketua korwil yang baru. Selanjutnya rapat pleno laporan pertanggung jawaban ketua korwil masa khidmat 2004 – 2009, Ir H. Syamsul Bahri.

Dalam laporan ringkasnya disampaikan keberhasilan berupa berkembangnya wilayah dakwah TQN Suryalaya. Dari yang semula hanya ada 2 perwakilan, maka saat dibacakan laporan ini sudah menjadi 11 perwakilan. Kemudian para peserta Musda menyampaikan pandangan umum, tanggapan dan saran atas laporan pertanggungjawaban tersebut. Walaupun dengan beberapa kritikan dan masukan, namun semuanya sepakat untuk menerima laporan pertanggungjawaban tersebut.

Rapat pleno selanjutnya adalah pembagian peserta Musda untuk membahas masalah-masalah dalam rapat komisi. Ada 3 komisi yang dibentuk, yaitu komisi A membahas program kerja, komisi B membahas anggaran, dan komisi C membahas rekomendasi. Kemudian dilanjutkan dengan laporan setiap komisi, tanggapan dan saran atas laporan komisi, serta pengesahannya.

Waktu sudah semakin larut malam, peserta Musda juga sudah terlihat menurun antusiasnya karena rasa lelah dan mengantuk. Namun setelah pukul 23.10 wib, saat musyawarah pemilihan ketua korwil yang baru, maka suasana kembali ’memanas’ dan seru kembali. Karena memang inilah puncak acara Musda. Setiap perwakilan begitu ingin terlibat menyampaikan aspirasinya pada ajang yang akan menentukan pola kepemimpinan dan pola kerja kepengurusan YSB Sumbagsel sampai masa lima tahun ke depan. Oleh karena itu terjadi tarik ulur yang sangat kuat tentang metoda pemilihan yang akan digunakan. Apakah menggunakan metoda formatur atau pemilihan langsung.

Karena secara musyawarah tidak dicapai kata mufakat, maka berdasarkan voting akhirnya diputuskan menggunakan metoda pemilihan langsung. Kemudian berdasarkan pemilihan langsung, maka dihasilkan ketua korwil YSB Sumbagsel terpilih untuk masa khidmat 2011 – 2016, dengan perolehan 52 suara dari 79 suara yang ada, kembali diemban oleh Ir H. Syamsul Bahri Bakri.

Keesokan harinya, sebelum acara penutupan, KH Wahfiudin kembali memberikan pembekalan kepada para peserta Musda dengan materi tentang wawasan global, serta posisi dan peran TQN Suryalaya terhadap peradaban dunia dan kemaslahatan ummat. Setelah itu upacara penutupan dilaksanakan. Musda YSB Korwil Sumbagsel secara resmi ditutup oleh Drs KH Arief Ikhwani mewakili Ketua YSB pusat. Harapan kita semoga kegiatan seperti ini akan semakin mendewasakan perjalanan khidmat para ikhwan TQN Suryalaya dalam hal keorganisasian, serta dicontoh oleh korwil-korwil lainnya, sehingga semakin meningkatkan kualitas pelayanan para pengurus YSB Suryalaya terhadap kepentingan ummat. (And, edited by: Han)

1 komentar:

  1. TQN Suryalaya di Palembang berkembang pesat ya sampai dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan.

    BalasHapus