Ibnu Ishak telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru bin Umaiyah Adh-Dhamri, dia berkata: Aku keluar bersama Abdullah bin Adiy bin Al-Khiyar pada zaman Mu'awiyah ra... dan disebutkan ceritanya hingga kami duduk bersama Wahsyi (pembunuh Hamzah ra.), maka kami berkata kepadanya: "Kami datang ini untuk mendengar sendiri darimu, bagaimana engkau membunuh Hamzah ra." Rabu, Mei 06, 2009
Wahsy, Sang Pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib
Ibnu Ishak telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru bin Umaiyah Adh-Dhamri, dia berkata: Aku keluar bersama Abdullah bin Adiy bin Al-Khiyar pada zaman Mu'awiyah ra... dan disebutkan ceritanya hingga kami duduk bersama Wahsyi (pembunuh Hamzah ra.), maka kami berkata kepadanya: "Kami datang ini untuk mendengar sendiri darimu, bagaimana engkau membunuh Hamzah ra." Ujian dan Pembelaan
Syekh Abdul Qadir Al Jailani qsa berkata :Aku belajar pada banyak guru di Bagdad. Namun, setiap kali aku tak dapat memahami sesuatu atau ingin mengetahui suatu rahasia, Syekh Hammad memberiku penjelasan. Kadang-kadang aku memintanya mencari ilmu dari ulama lain – mengenai akidah, hadits, fiqh dan lain-lain.
Setiap kali aku pulang ke Padepokan, ia selalu bertanya, ”Kemana saja Kau? Selama kepergianmu, kami dapatkan makanan yang sangat lezat bagi tubuh, akal serta ruhani dan tak sedikitpun yang kami sisakan untukmu.”
Di saat lain, ia berkata, “Demi Allah, darimana saja? Adakah orang lain di sini yang lebih tahu daripada engkau?”
Murid-muridnya selalu mengusikku dengan mengatakan, “Kau adalah ahli fiqh, mahir menulis, dan ahli ilmu. Mengapa kau tidak keluar saja dari sini?”Syekh menegur dan menenangkan mereka, “Sungguh memalukan! Aku bersumpah, tak ada di antara kalian yang seperti dia. Tak ada seorang pun di antara kalian yang lebih tinggi dari tumitnya! Jika kalian kira bahwa aku iri kepadanya dan kalian mendukungku, ketahuilah bahwa aku justru akan mengujinya dan mengantarkannya kepada kesempurnaan, di alam ruhani, kedudukannya seperti batu sebesar gunung.”
#Syekh Tosun Bayrak, Mengenal Sang Sultan Aulia
The Secret of Secrets, Hakikat Segala Rahasia Kehidupan, Syekh Abdul Qadir Al Jailani
Diterjemahkan oleh : Zaimul Am
PT. Serambi Ilmu Semesta Cetakan I Rabiul akhir 1429 H/April 2008#
Senin, April 27, 2009
Ya Allah... Hamba segera datang kepadaMu
Hmm... gambaran diriku dan istriku mengenakan pakaian ihrom semakin jelas. Ya Allah mudahkanlah hamba dan istri hamba bertamu ke rumahMu yang suci....
Alhamdulillah. Berkah Allah SWT. Berkah Rasulullah SAW. Berkah Guru Mursyid Syekh Ahmad Shahibul Wafa Tajul 'Arifin ra. Insya Allah kerinduan diri untuk berjumpa denganNya di Tanah Haramayn segera terwujud.
Sobat tercinta... Belum lama ini Allah telah memberikan rezeki yang sering Allah sebutkan dalam firman-firmanNya di Kitab Suci Al Qur'an kepada kami sepasang suami istri.
Wallaahu yarzuqu man yasyaa' bighayri hisab (An nur : 38)
Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan (manusia)
Allah Maha Benar. Rezeki ini datang tanpa disangka-sangka. Senin, 6 April 2009 ada salah satu jamaah penulis mengirimkan pesan singkat melalui handphone. Saat itu Penulis sedang ada di Lasem Rembang, Jawa Tengah.
"Pa ustadz, Assalamu'alaykum wr.wb. Maaf ya Pak, saya mau tanya apakah pa Ustadz punya niat untuk berangkat haji? Saya dapat amanat dari seseorang yang berniat untuk memberangkatkan haji pa Ustadz. Maka saya memberanikan diri untuk tanya dulu ke pa ustadz. Kalo Pa Ustadz berkenan, maka akan diproses dan semua masalah teknisnya terserah pa Ustadz..."
Demikian bunyi sms itu. Diri ini serasa kejatuhan rembulan. Bukk... ketimpa beban besar tapi ringan sekaligus serasa ada enlighment. Luar biasa. Qalbu ini serasa ingin cepat-cepat berjumpa dengannya.
Memang... entah mengapa. Selepas pelaksanaan musim haji tahun 2008 kemarin kerinduan penulis untuk berjumpa Rasulullah saw, berziarah ke Makkah al Mukarromah dan Madinah Al Munawwaroh semakin menggebu-gebu. Seakan berkata pada diri sendiri, "Aku harus mewujudkan visi ini".
Entah doa yang mana yang membuat keinginan ini dikabulkan Allah SWT. Mungkin dari hasil pengabdian kepada guru Mursyid selama ini melalui jalan dakwah bersama mentor tercinta Al ustadz Al Mukarrom Al Hajj Wahfiudin, atau do'a dari sahabat-sahabat yang sering melakukan perjalanan umrah dan haji akhir-akhir ini. Atau buah dari ujian-ujian yang telah Allah SWT bebankan kepada keluarga kami selama ini. Wallaahu A'lam. Yang jelas Allah SWT untuk kesekian kalinya telah menunjukkan kekuasaanNya kepada kami.
Setelah penulis menjawab sms jamaah tersebut, kembali ia mengirimkan pesannya:
"Alhamdulillah. Kalau begitu mari kita realisasikan niat ini sesegera mungkin. Saya akan sampaikan pada orang tersebut. Dan selanjutnya dana akan ditransfer ke rekening ustadz. Semoga semua berjalan selamat dan lancar ya. Thanks Ustadz"
Begitulah... akhirnya hari-hari penulis disibukkan oleh pengurusan administrasi pemberangkatan ke tanah suci melalui ONH biasa (dananya nggak cukup kalo berangkat pake ONH Plus he...he...he...). Setelah menimbang-nimbang berbagai informasi yang penulis terima, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat dari kampung halaman penulis di kabupaten Bogor.
Kenapa di kabupaten Bogor?
Setelah bertanya-tanya kepada orang-orang yang berpengalaman dan ke kantor urusan haji berbagai daerah, Kabupaten Bogor masih relatif lebih singkat waktu waiting listnya. Menurut mereka nomor porsi kami ada pada waiting list di tahun 2011, dibanding DKI Jakarta waiting listnya untuk yang daftar di tahun 2009 ini bisa terdata di tahun 2013. Kebayang kan lamanya....
Penulis mohon do'a kepada para bloggers, semoga perjalanan ini dimudahkan dan diselamatkan oleh Allah SWT serta menjadi haji yang mabrur. Amiin...
Kepada penyandang dana yang mulia Bapak Haji .... bin... dan Ibu Hajjah ... binti... (mereka berdua tidak mau disebutkan namanya dan minta untuk dirahasiakan) terimakasih banyak atas kemurahan hati bapak dan ibu. Semoga amal jariyah ini bermanfaat dan mengalir berkahnya untuk umat. Semoga Allah membalas amal baik bapak dan ibu dengan pahala yang berlipat-lipat dan Allah SWT memasukkan bapak dan ibu dalam jajaran para syahidin dan muqorrobiin.
Langganan:
Postingan (Atom)