Rabu, November 10, 2010

Kecepatan Tsunami Mentawai 800 km/jam

Hasil penelitian pakar tsunami LIPI, Universitas Tokyo, dan Universitas Hokkaido, Jepang, menyimpulkan, kecepatan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada 25 Oktober kemarin, mencapai 800 km/jam.

"Berdasarkan penelitian, gelombang tsunami di Maonai, Sabeuguggung, Purourougat, Pagai Utara memiliki kecepatan 800 kilometer per jam di laut dan menjadi 30-40 kilometer per jam ketika tiba di daratan," kata pakar gempa Geoteknologi LIPI Eko Yulianto, di Padang, Rabu (10/11).


Menurut Eko, jangkauan terjangan air ke darat mencapai 100-250 meter bergantung pada ketinggian gelombang. "Ketinggian gelombang yang menerjang daerah Pagai Utara dan Selatan itu berkisar enam sampai tujuh meter," katanya.

Menurut dia,, tsunami menerjang Pagai Utara berkisar tujuh menit setelah gempa 7,2 SR pada 25 Oktober karena pusat gempa sangat dekat dengan wilayah daratan di Mentawai. "Jadi tidak cocok dengan sosialiasi yang dilakukan selama ini, yang menyebutkan tsunami terjadi setelah 30 menit gempa terjadi," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunggu instruksi BMKG soal potensi tsunami sesaat setelah gempa dan tidak perlu mengukur kekuatannya. "Lebih baik menyelamatkan diri dengan lari ke bukit," katanya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa 7,2 RR yang melanda Mentawai diikuti tsunami terjadi Senin (25/11) pukul 21.42 WIB.


Sumber :www.republika.co.id

HIDANGAN RUHANI

DARI IBU BELLA JAKARTA SELATAN

Gebrakan baru dilakukan oleh pengurus Ibu BELLA (BEres Laku LAmpah) Perwakilan Jakarta Selatan. Minggu, 24 Oktober 2010, para pengurus mewujudkan impian mereka. Setelah berjibaku berkhidmah dalam sepuluh hari di dapur umum Pondok Pesantren Suryalaya saat perayaan HUT 105 yang lalu (1-10 Oktober 2010), kini mereka menyelenggarakan Kursus Tasawuf.

Kursus Tasawuf dikemas satu paket dalam acara Silaturrahmi Keluarga Besar TQN Dalam Rangka HUT 105 Pondok Pesantren Suryalaya. Ide kegiatan ini datang dari ibu Hj. Tasiah Sanusi Abas yang didukung penuh oleh seluruh pengurus ibu Bella Jakarta Selatan.

Kursus Tasawuf dilaksanakan di Masjid Nurul Muhajirin Komplek P&K Cireundeu, Jakarta Selatan. Peserta yang hadir terdiri dari jamaah Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani di sekitar Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Cireundeu, Cinere, Pondok Labu dan lain-lain. Hadir pula beberapa anak muda yang merupakan putra-putri ibu-ibu BELLA Jakarta Selatan yang disiapkan menjadi kader-kader TQN masa depan .

Bertindak sebagai narasumber adalah Ust. Wahfiudin dan Ust. Handri Ramadian. Keduanya merupakan pengurus harian Yayasan Serba Bakti (YSB) Koordinator Wilayah DKI Jakarta yang sudah sangat berpengalaman dalam memberikan Kursus Tasawuf di DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan yang lebih luas kepada jamaah kami mengenai tasawuf. Harapan kami, jamaah rutin Manaqib menjadi semakin bertambah pengetahuan keislamannya, serta tamu undangan yang lain menjadi semakin akrab dengan tasawuf dan Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Ponpes Suryalaya. Terlebih lagi di akhir kegiatan akan ada pembelajaran dzikir (talqin) TQN Ponpes Suryalaya untuk para peserta,” Ujar ibu Hj. Tasiah Sanusi Abas di sela-sela penyelenggaraan Kursus Tasawuf.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 08.00-12.00 Wib ini diawali dengan penyampaian materi Paradigma dalam Kehidupan, dilanjutkan dengan materi Dari Syariah Menuju Thariqah. Kedua materi itu disampaikan oleh Ust. Handri Ramadian. Sedangkan Ust. Wahfiudin mengakhiri Kursus dengan menyampaikan materi Metoda Berdzikir. Di sela-sela penyampaian meteri ini, Ust. Wahfiudin memberikan talqin dzikir.

Seratus lebih peserta yang hadir pada Kursus Tasawuf akhirnya mendapatkan mutiara itu. Mereka telah mendapatkan bibit dzikir yang harus dilaksanakan secara rutin setiap usai melaksanakan shalat fardhu. Semoga dengan keistiqomahan melaksanakan dzikir ala TQN Suryalaya ini mereka memperoleh keberkahan dalam hidup menuju kebahagiaan hakiki dalam bimbingan sang Murobbi Waly Mursyid pangersa Abah Anom. (han)

Grya Kosambi Asri, Cipondoh-Tangerang
9 November 2010

Kamis, Oktober 07, 2010

Syekh Abdush Shomad Al Falimbani

Dalam percaturan intelektualisme Islam Nusantara –atau biasa juga disebut dunia Melayu– khususnya di era abad 18 M, peran dan kiprah Syeikh Abdush Shamad Al-Palimbani tak bisa dianggap kecil. Syeikh Al-Palimbani, demikian biasa ia disebut banyak kalangan, merupakan salah satu kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara. Ketokohannya melengkapi nama-nama ulama dan intelektual berpengaruh seangkatannya semisal Al-Raniri, Al-Banjari, Hamzah Fansuri, Yusuf Al-Maqassari, dan masih banyak lainnya.