Kamis, April 22, 2010

In Memoriam, KH. Abdul Rosyid Effendi, BA.

Wakil Talqin TQN Suryalaya

Oleh : Handri Ramadian
Tulisan ini diterbitkan dalam rangka mengenang jasa-jasa Kiyai Haji Abdul Rosyid Effendi, BA. Beliau adalah seorang khodam Waly Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin (Pangersa Abah Anom) yang diangkat dan dikukuhkan menjadi wakil talqin pada 16 Oktober 1994. Medan dakwah beliau terpusat di DKI Jakarta dan sekitarnya, namun beliau juga sering mengunjungi ikhwan-akhwat TQN Suryalaya di luar DKI Jakarta, bahkan sampai ke Birmingham, Inggris.


Kamis, April 01, 2010

Pelantikan Pengurus Perwakilan YSB Se-DKI Jakarta

Masjid Jakarta Islamic Center Kramat Jakarta Utara kembali dipenuhi oleh ikhwan-akhwat TQN Suryalaya. Pagi itu, Sabtu 14 Februari 2010, jamaah telah berkumpul guna melaksanakan riyadhoh Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani qs yang diselenggarakan tiap tiga bulan sekali.

Di barisan depan, tampak beberapa ikhwan berseragam Jaket TQN Suryalaya berwarna hitam dan bertitel “THARIQAH QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH www.tqn-jakarta.org”. Jaket itu diproduksi oleh Korwil Jakarta dalam rangka sosialisasi TQN Suryalaya di kalangan masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya.

Ada sebuah cerita menarik berkenaan dengan jaket tersebut. Beberapa waktu yang lalu tim dakwah Ust. Wahfiudin berencana terbang ke Padang untuk memberikan Pelatihan Qalbu Ihsani. Beberapa anggota tim mengenakan jaket itu. Jaket yang berwarna hitam dilengkapi dengan rangkaian kalimat berwana emas, terlihat kontras. Ditambah bentuk hurufnya yang besar-besar, menambah ketertarikan beberapa orang yang melihatnya.

Setiba di pesawat, anggota tim yang mengenakan jaket mencari tempat duduk sesuai tiket. Setelah menemukannya, ia duduk. Di sampingnya ada seorang pria yang telah telebih dahulu duduk. Pria itu membuka pembicaraan,

“Mas, dari Suryalaya, ya?”

Anggota tim dakwah balas bertanya, “Lho kok, tahu?”

“Iya, Mas. Saya perhatikan dari tadi, Mas mengenakan jaket bertuliskan Tariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah, saya juga melihat di depannya ada logo Ponpes Suryalaya. Saya coba-coba tebak saja, Mas dari Suryalaya”, katanya.

“Alhamdulillah, Pak. Kami dari Suryalaya, Korwil Jakarta. Bersama Ust. Wahfiudin akan menyelenggarakan pelatihan di sekitar perbatasan antara Padang dan Bengkulu. Bapak sendiri, siapa?” tukas anggota tim.

“O, ya. Saya juga ikhwan, Pak. Asal saya dari Bogor. Saya sedang ada tugas Bangke Belitung. Senang sekali bisa bertemu dengan sesama ikhwan. Saya langsung kenal, kalo Mas Ikhwan TQN Suryalaya, karena jaket itu”

Akhirnya mereka terlibat obrolan panjang selama perjalanan udara tersebut. Subhanallah, Jaket itu ternyata bisa menambah saudara.

Kembali ke suasana di Jakarta Islamic Center. Beberapa ikhwan yang mengenakan jaket khas itu adalah para pengurus Yayasan Serba Bakti Ponpes Suryalaya Perwakilan lima wilayah kota, yakni Perwakilan Jakarta Pusat, Perwakilan Jakarta Barat, Perwakilan Jakarta Timur, Perwakilan Jakarta Selatan dan Perwakilan Jakarta Utara. Para pengurus ini akan dilantik oleh Ketua Umum Yayasan Serba Bakti Pusat, Marsekal Muda (purn) H. Mahpudin Taka.

Setelah rangkaian wirid khataman dibaca oleh seluruh ikhwan-akhwat yang hadir, acara pelantikan pun digelar. Dari YSB Pusat hadir Bapak H. Mahpudin Taka (Ketua Umum), Bapak Edi Karman (Sekretaris Umum), Bapak Zaenal Asikin (Sekretaris I) dan Bapak Adeng Zakaria (Dewan Pengawas). Para Pengurus Perwakilan duduk dengan khidmat.

Bapak Edi Karman membacakan Surat Keputusan satu persatu untuk kelima pengurus perwakilan. Setelah itu Pak Taka membacakan Kata-kata pelantikan diikuti oleh seluruh Pengurus Perwakilan. Acara Pelantikan diakhiri dengan pembacaan Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya, Syekh Ahmad Shahibul Wafa Tajul ‘Arifin.

Usai acara pelantikan, prosesi manaqib pun digelar. Sebagaimana biasa, Korwil Jakarta melengkapi kegiatan manaqib dengan menampilkan slide-slide teks Tanbih, Tawassul dan Manqabah Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani pada dua layar raksasa yang terpasang di latar depan. Serta menyiarkan audio streaming secara online melalui internet suasana manaqib sejak dzikir khatam dibacakan hingga kegiatan berakhir.

Ketua Korwil Jakarta, dalam sambutannya secara khusus mengucapkan selamat atas dilantiknya para pengurus perwakilan. Dengan demikian mulai hari ini, para pengurus perwakilan resmi menjalankan tugas-tugas pembinaan umat melalui organisasi. Pembekalan berogranisasi telah dilakukan melalui Pelatihan Manajemen Organisasi pada tanggal 1-3 Januari 2010. Para pengurus perwakilan pun sudah menyadari betapa beratnya tugas yang dihadapi, namun kesemua itu harus dijalani dalam rangka khidmat kepada Waly Mursyid.

Para pengurus adalah murid-murid Abah yang sedang menapaki anak tangga berikutnya dalam suluk ilallah. Kini, para pengurus sedang berperan sebagai wakil-wakil Abah dalam pembinaan ikhwan-akhwat. Karena itu para pengurus dituntut untuk meningkatkan kompetensi dan membangun kontribusi kepada umat.

Ketua Korwil kembali menekankan kontrak dasar para ikhwan-akhwat kepada Pangersa Abah Anom adalah Murid dan Mursyid. Tidak lebih dari itu. Kewajiban murid adalah menjalankan ajaran Mursyid berupa Mandi, Shalat dan Dzikir. Dalam rangka pembinaan, Pangersa Abah mengangkat para wakil talqin yang tidak mengenal teritorial dan para pengurus Yayasan Serba Bakti berdasarkan teritorial wilayah sesuai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keduanya memiliki fungsi pembinaan dan kaderisasi.

Sementara itu, ikhwan-akhwat adalah murid-murid Pangersa Abah Anom, bukan murid para wakil talqin. Karena itu khidmat dan fanatisme harus ditujukan kepada Mursyid, bukan kepada wakil talqin. Jangan lagi tunjukkan sikap “Kalo bukan wakil talqin Kiayi anu, Ajengan anu atau Ustadz anu, saya gak mau ikut!” Kita harus berjiwa besar di dalam maupun di lingkungan TQN Suryalaya. Yang lebih penting lagi, tunjukkan kepedulian kita kepada umat. Buatlah program-program kreatif untuk membantu umat yang kekurangan. Tunjukkan pada dunia bahwa ikhwan-akhwat TQN Suryalaya adalah manusia-manusia yang tangguh, bermartabat dan modern.

Ajengen Jejen tampil di depan jamaah untuk memberikan hikmah ilmiah. Di awal ceramahnya, beliau setuju atas apa yang telah disampaikan ketua Korwil Jakarta. Beliau mendukung penuh gagasan-gagasan kreatif dalam rangka pembinaan ikhwat-akhwat yang muncul dari Korwil Jakarta, bahkan beliau bersedia menggerakkan ikhwan-akhwat di sekitar Kabupatan-Kota Sukabumi, Kabupaten-Kota Bogor, Kabupaten-Kota Bekasi untuk bekerjasama dengan Korwil Jakarta dalam rangka pembinaan ikhwan-akhwat dan organisasi yayasan. Selanjutnya Ajengan Jejen memberikan paparan tentang ruh dan segala hal yang berhubungan dengannya.

Kegiatan manaqib dan pelantikan diakhiri dengan talqin dzikir beberapa ikhwan baru oleh KH. Muhammad Soleh. (han)

RS Jantung dan Pembuluh Darah, Harapan Kita.

Kamis, Maret 11, 2010

Membangun Kompetensi Meningkatkan Kontribusi

PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI II
26-28 Februari 2010

Mengulang kesuksesan penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Organisasi Angkatan I pada 1-3 Januari 2010, YSB KORWIL DKI JAKARTA (baca: Korwil Jakarta) kembali menyelenggarakan pelatihan tersebut untuk angkatan kedua. Balai Diklat Departemen Pekerjaan Umum di Lebak Bulus Jakarta Selatan masih menjadi tempat favorit untuk digelarnya pelatihan ini. Korwil Jakarta memilih tanggal 26-28 Februari 2010 guna memanfaatkan waktu libur panjang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


PMO II dihadiri oleh sembilan belas peserta utusan dari lima perwakilan se-DKI Jakarta. Delapan orang dari Jakarta Timur, lima orang dari Jakarta Utara, dua orang dari Jakarta Pusat, satu orang dari Jakarta Selatan, satu orang dari Jakarta Barat dan dua orang dari Korwil Jakarta.

Para narasumber berkompeten hadir dalam rangka memberikan pencerahan kepada para peserta, yakni KH. Wahfiudin, SE, MBA (Wakil Talqin TQN Suryalaya sekaligus Ketua Korwil Jakarta), Arif Abdullah (Dompet Dhuafa Republika), Anwar Sani (Al-Alzhar Peduli Umat), Syahrul Ramadhan (Pakar dan Praktisi Penyusun Proposal) dan Syarifudin Salim (Pakar dan Praktisi Negosiasi).

Sesuai dengan motto Korwil Jakarta, pelatihan ini diharapkan akan membawa perubahan kepada para pengurus Yayasan Serba Bakti di wilayah DKI Jakarta menjadi individu yang Tangguh, Bermartabat dan Modern.

Acara dibuka oleh Ketua Korwil Jakarta, disusul ritual Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani qs. Unik, diantara pengurus perwakilan yang menjadi petugas manaqib, ternyata ada yang belum pernah sama sekali menjadi petugas manaqib, akibatnya terjadi kekakuan dalam pelaksanaan tugasnya. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan prosesi manaqib. Petugas tersebut pun, akhirnya menjadi termotivasi untuk mempelajari tatacara prosesi manaqib.

Tak kenal maka tak sayang, begitu kata pepatah. Dalam rangka mencairkan suasana, fasilitator menugaskan peserta memperkenalkan diri mereka dengan penggambaran simbol-simbol yang ada di alam sekitar. Selanjutnya mereka diharuskan mempresentasikan simbol pilihannya di depan peserta yang lain. Ada yang memilih simbol pohon kelapa, neraca, air, sepeda motor, gambar dirinya sendiri, bola, bumi, bintang dan lain-lain. Dari kegiatan ini, para peserta bisa saling mengenal karakter masing-masing.

Fasilitator menegaskan kepada para peserta, bahwa pelatihan selama tiga hari dua malam ini adalah metode pembelajaran orang dewasa. Karena itu dituntut kesadaran dari masing-masing peserta untuk disiplin waktu, patuh tata tertib, saling mengingatkan dan lain-lain.

Guna membantu kelancaran pelatihan, fasilitator membagi peserta dalam tiga kelompok, yakni tim wartawan yang bertugas melaporkan segala sesuatu yang terjadi pada proses pelatihan dalam bentuk live reporting setelah 24 jam pelatihan, tim energizer yang bertugas menghilangkan kejenuhan peserta tatkala menerima materi dan tim disiplin atau tim hansip yang bertugas memastikan peserta untuk siap menerima materi di dalam kelas atau tugas-tugas di luar kelas.

Pencerahan dalam berorganisasi di dalam lingkungan Yayasan Serba Bakti (YSB) Ponpes Suryalaya mereka dapatkan tatakala Ketua Korwil Jakarta memaparkan latar belakang dan sejarah pendirian YSB. Berkali-kali Ketua Korwil Jakarta menjelaskan, bahwa kontrak dasar para ikhwan-akhwat TQN Suryalaya dengan Pangersa Abah Anom adalah murid dan Mursyid. Dan hanya ada tiga klasifikasi amaliah yang menjadi kewajiban murid untuk dilaksanakan, yaitu, mandi, shalat dan dzikir.

Semakin hari pertumbuhan ikhwan semakin banyak. Tidak hanya di wilayah Tasikmalaya saja, bahkan terus menyebar. Lintas kampung, lintas kota, lintas provinsi, lintas pulau hingga lintas negara. Penganut ajaran Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah Ponpes Suryalaya bertebaran di dunia internasional.

Menyadari perkembangan ikhwan yang sedemikian pesat, Pangersa Abah kemudian mendirikan Yayasan Serba Bakti dalam rangka pembinaan para ikhwan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan ikhwan TQN Suryalaya yang berdomisili di berbagai daerah. Maka Pangersa Abah memilih dan menetapkan orang-orang yang pantas untuk duduk dalam kepengurusan YSB baik di Pusat, Korwil, Perwakilan maupun Sub Perwakilan. Kesemua pengurus itu, meski dalam realitas diajukan nama-namanya oleh daerah, tetapi tetap saja harus dengan persetujuan dan restu Pangersa Abah.

Dan pada akhirnya mereka (pengurus Korwil, Perwakilan dan Sub Perwakilan) akan dilantik oleh Pengurus Pusat berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan YSB Pusat dan pada acara pelantikan selalu dibacakan Amanah Sesepuh (Pangersa Abah Anom) oleh Pengemban Amanah. Hakikatnya mereka dilantik dan diangkat oleh Pangersa Abah Anom dan menjadi Wakil Abah dalam organisasi.

Diselenggarakannya pelatihan ini adalah dalam rangka memunculkan potensi wakil-wakil Abah agar kompetensi, kontribusi, dan kredibilitasnya semakin meningkat.


Sesi pengasahan kompetensi diawali dengan setting mindset para peserta. Mereka dilatih melakukan brainstorming dengan memunculkan ide-ide kreatif dan kongkit berkaitan dengan cita-cita organisasi TQN Suryalaya yang tangguh, bermartabat dan modern. Selanjutnya mereka harus memilih salah satu ide kreatif itu untuk diwujudkan dalam bentuk kegiatan.

Dalam rangka mendukung terwujudnya ide kongkret yang telah diskusikan, panitia menghadirkan para praktisi berpengalaman di hari kedua. Arif Abdullah dari Dompet Dhuafa Republika dan Anwar Sani dari Al-Azhar Peduli Umat hadir memberikan pembekalan kepada peserta mengenai fundraising. Kedua narasumber tersebut berbicara berdasarkan pengalamannya di institusi masing-masing.

Popularitas Dompet Dhuafa Republika di kalangan komunitas penggalang dana umat sudah tidak diragukan lagi. Sepak terjangnya dalam pemberdayaan dana masyarakat yang dikelolalanya menimbulkan harapan besar masyarakat tidak mampu. Beragam program telah digulirkan untuk membantu masyarakat miskin dan kurang beruntung. Dompet Dhuafa Republika ada di garda terdepan guna membantu para korban ketika bencana-bencana alam mendera.

Beragam program kreatif dimunculkan, karenanya banyak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang berkelebihan harta untuk turut menitipkan hartanya tersebut guna membantu orang-orang yang tidak mampu.

Banyak diantara program tersebut yang kemudian menjadi lembaga tersendiri sebagai jejaring Dompet Dhuafa Repubika, sebut saja Program Tebar Hewan Kurban, Aksi Cepat Tanggap, Lembaga Pengembangan Insani yang khusus mengadakan pembinaan Sumber Daya Manusia Indonesia yang cerdas tapi hidup di lingkungan keluarga tidak mampu, Lembaga Pertanian Sehat yang bergerak di lingkungan para petani, dan lain-lain.

Begitu juga dengan Al-Azhar Peduli Umat. Lembaga ini bergerak dari kondisi serba tidak ada. Tapi ketidakadaan itu berangsur menjadi ada dan cenderung berkelimpahan dana karena kreatifitas para pengurusnya yang dipimpin oleh Anwar Sani dalam memunculkan program-program.

Dari kedua narasumber ini para peserta belajar bagaimana caranya mendapatkan kepercayaan orang untuk mengelola dana mereka guna disalurkan kepada para mustahiq. Intinya gulirkan terus ide-ide kreatif untuk menghadirkan program-program unik dan menarik.

Sebagaimana pada PMO I, Syahrul Ramadhan pun hadir pada PMO II dengan materi yang sama, yakni teknis penulisan proposal agar bisa ‘tembus’ dan mendapatkan kucuran dana. Dari pengalamannya selama ini, sebuah proposal yang disodorkan kepada calon donatur, akan menjadi perhatian apabila proposal tersebut:
1. Dikemas dengan unik dan kreatif,
2. Kontennya tidak bertele-tele, padat dan jelas,
3. Adanya point yang bisa menguntungkan calon donatur dalam program yang disodorkan.

Selanjutnya ada narasumber baru dalam PMO II, Syarifudin Salim seorang pakar negosiasi hadir pada hari ketiga dan memberikan kiat-kiatnya untuk cerdas dalam bernegosiasi. Diantaranya :
1. Waktu terbuang akibat menunggu seorang calon donatur dan kita tidak ditemui oleh calon donatur itu, padahal sudah ada perjanjian sebelumnya, anggap saja kita telah menghutanginya dengan waktu itu,
2. Jangan tampakkan wajah kesal, memelas, apalagi marah. Usahakan tetap tersenyum.
3. Biasanya mereka akan mencarikan waktu lagi, dan di perjanjian kedua biasanya mereka akan tepat waktu.
4. Jadi diri sendiri, jangan pernah berbohong dalam bernegoisasi.
5. Utamakan kepentingan calon donatur.
6. Pelajari latar belakang calon donatur .
7. Pelajari hobi positifnya, usahakan kita pun mampu melakukannya dan ajak calon donatur untuk melakukan hobi itu bersama-sama (misal : Golf, jogging, dan lain-lain).

Akhirnya peserta PMO II mulai praktek presentasi proposal di hadapan para panelis. Mereka dituntut untuk cerdas dalam mengolah sikap, ucapan dan mimik ketika berhadapan dengan para calon donatur. Ilmu-ilmu sudah didapat dari para narasumber yang kredibilitasnya sudah diakui oleh masyarakat luas. Tinggal para peserta mengolahnya.

PMO II akhirnya ditutup di hari ketiga oleh Ketua Korwil Jakarta. Sebelum ditutup Ketua Korwil memberikan indoktrinasi bahwa kita semua yang hadir di dalam pelatihan ini adalah murid Abah juga wakil Abah. Maka para peserta diminta untuk memberikan komitmen tertulisnya agar bersungguh-sungguh dalam berkhidmah kepada Waly Mursyid.

Satu persatu peserta menghampiri Ketua Korwil Jakarta dan memberikan komitmennya kepada Ketua Korwil :
“Saya Murid Abah, Saya Wakil Abah. Saya serahkan komitmen saya kepada wakil talqin Abah…”

Begitulah kalimat yang disampaikan masing-masing peserta ketika menyerahkan komitmennya sambil terus dalam kondisi robithoh kepada Waly Mursyid.

Mudah-mudahan, dengan pelatihan ini para pengurus YSB Perwakilan se-DKI Jakarta semakin bersemangat dan terus menerus bekerja untuk kemaslahatan umat. Amin. (han)

Rawamangun, 11 Maret 2010